5 Sep 2016

Panduan Menyimpan ASI perah



Panduan Menyimpan ASI perah. ASI atau Air Susu Ibu merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi dan batita atau bayi dibawah usia tiga tahun. Karena ASI merupakan makanan alamiah yang salah satu fungsinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi (immune), sehingga mencegah bayi dari berbagai penyakit infeksi.


Bagi seorang ibu yang bekerja / ber karier, kesuksesan pemberian ASI bergantung pada kemampuannya menyimpan ASI perah. Cara Menyimpan ASI perah harus benar-benar diperhatikan, karena menyangkut kesehatan si buah hati.

Asi perah pun bisa bertahan cukup lama, asalkan tahu cara menyimpan yang benar. Dan berikut ini panduan untuk menyimpan ASI perah:



  • Wadah penyimpanan.

ASI perah harus disimpan di wadah terbaik seperti botol kaca atau botol plastik yang bebas BPA (BPA free) dan tertutup rapat. Jika menyimpannya dalam freezer, pastikan menggunakan botol kaca atau kantung khusus ASI.
Tetapi, jika menyimpan dalam lemari pendingin cukup menggunakan botol plastik. Kebanyakan botol ASI berkapasitas antara 100 sampai 130 ML. Jika mau yang berkapasitas lebih besar, anda bisa menggunakan botol bekas selai yang sudah dicuci bersih.


  • Tempat menyimpan ASI perah.

Hal ini tergantung rencana anda untuk menggunakan ASI perah itu. Anda dapat menyimpannya dalam kulkas atau freezer.
Sebaiknya jangan menyimpan ASI perah pada pintu lemari es atau freezer, karena suhunya tidak stabil akibat pintu sering dibuka dan ditutup. Simpanlah ASI perah dibagian paling dalam yang suhunya cenderung stabil.



  • Kadaluarsa ASI perah.

ASI yang baru dipompa bisa bertahan sekitar lima jam sampai tujuh jam pada suhu kamar, tiga sampai lima hari dalam kulkas dan lima sampai enam bulan didalam freezer.
Jika anda memompa di tempat kerja atau di mana saja, anda harus membawa cooler bag yang dilengkapi dengan ice gel yang bisa tahan hingga lima sampai enam jam. Dan jika anda punya freezer, ASI mungkin bisa bertahan hingga satu tahun.
ASI tidak akan rusak jika disimpan lama di dalam freezer, namun kualitas gizinya akan berkurang.

Demikianlah Panduan menyimpan ASI perah, semoga bisa bermanfaat.